Wednesday, October 28, 2015

Baliphoria

Ide traveling bareng sebenarnya uda tercetus sejak...... yah pokoknya uda lama deh. Tapi baru bener-bener mulai direalisasikan mulai dari Desember 2014 ketika kita nekat langsung beli tiket Bali via Traveloka (sayang banged Noe ga bisa ikut karena satu dan lain hal). Si Silvia juga sempet bikin heboh dengan niat untuk batal ikut karena urusan kerjaan, tapi akhirnya jadi ikut juga.

Setelah urusan tiket selesai, mulai deh urus ini-itu:
* hotel-------------- checked -------------- Harris Hotel & Residences Riverview Kuta
* sun block------- checked -------------- beli patungan
* bikini--------------checked -------------- Miracle Bikini
* cukuran --------- checked -------------- sssttt.. ga usah dijelasin detailnya lah ya..


Segalanya tampak sesuai rencana, tapi cuma sampai dengan hari-H, ketika dapet kabar Gunung Raung erupsi lagi (entah kenapa gunung itu justru anteng-anteng aja sebelum kita berangkat) dan seluruh maskapai menuju Denpasar ditunda hingga jam 11:00 menunggu bandara Ngurah Rai dibuka kembali. Yoweiisss.. Kita sarapan dulu aja deh sekalian cari wifi. Sejam kemudian balik lagi ke ruang tunggu dan terdengar pengumuman lagi kita semua saling liat-liatan karena tegang bahwa pesawat L**n Air menuju Denpasar dibatalkan. Adegan ini kalo di sinetron biasanya dilatari backsound halilintar dan ekspresi "Apaaa..?!"

Usut punya usut, pas kita ngantri reschedule, baru ketahuan bahwa semua maskapai selain maskapai yang kita tumpangi itu jadi berangkat ke Denpasar jam 11:00 sesuai pengumuman awal. Duh ilahh.. berasa kayak di-PHP-in gitu deh.. That's it, ga mau lagi deh naik maskapai itu, emang dikiranya kita cewe apaan..? *tsaaahh..

Setelah beres urusan reschedule, saya pulang ke rumah, sementara bocah lainnya nginep di hotel deket bandara. Subuh hari kedua, saya bangunin mereka via whatsapp, eh ternyata bocah-bocah pada mau nebeng shuttle bus dari hotel yang jam berangkatnya mepet dengan jam penerbangan. Yah saya cuma bisa nyahutin "Kalo ad ap2 ya......... ya jgn nyesel". Pas saya nyampe bandara, saya kaget bocah-bocah uda pada stand by di sana ngurus check in.. hahahaa.. kata Lidia, mereka kudu dipecut kata-kata saya dulu baru jalan. :D

Sampai di Bali, kita langsung jadwalin main Banana Boat, ke Pantai Pandawa, Deamland, Jimbaran dan clubbing. Tapi karena badan digeber abis-abisan pas main Banana Boat, Dreamland dan Jimbaran dicoret dari daftar. Rencana bobo siang 2 jam malah molor jadi 4 jam.

Di Pantai Pandawa, obsesi untuk berbikini ria akhirnya kesampean, hehehe.. Thanks to Yosep Raharja yang uda rekomen miraclebikini ya! Ketika sedang berendam di laut, mendadak pada jiper dan minder liad cewe bule yang pake bikini strapless dan montok abiss.. ckckck..

Makan malam ga direncanakan mau di mana, tapi yang penting deket destinasi clubbing, yaitu Sky Garden di Legian. Akhirnya kita pilih makan di Kopi Pot yang jenis makanannya western dan ada selipan makanan lokal juga, harganya pun ga terlalu mahal, standar western fine dining lah. Ambiancenya WOW banged. Selain kita, semua pengunjungnya bule dan kebanyakan adalah keluarga atau famili serombongan.

Hari berikutnya, kita pergi ke Bedugul dan Tanah Lot. Cuaca di Bedugul sejuk banged dan segerrr.. cuma sayangnya ga banyak spot dan kegiatan menarik di sini. Sementara sunset di Tanah Lot emang indah dan romantis, tapi jangan harap bisa foto tanpa ada turis lain di background-nya, alias RAMEEE banged.


Nah, di depan pintu masuk Tanah Lot ada beberapa penjual jagung bakar, dan setelah keliling Tanah Lot, bocah-bocah pada nongkrong sambil makan jagung bakar yang dijual persis di depan pintu masuk. Mungkin gara-gara liad bocah-bocah ini asik gerogotin jagung, akhirnya semakin banyak turis yang ikutan beli jagung bakar, bahkan mereka belinya cuma di tukang jagung bakar yang persis di depan pintu masuk itu. Hahahahaa.. Ga nyangka bocah-bocah uda bawa rejeki buad si tukang jagung bakar.


Untuk urusan clubbing, kita pilih Sky Garden karena rekomendasi dari Roy, tunangannya Debi, yang menurutnya cukup aman, terjangkau dan paling happening di daerah situ. Dan ternyata emang bener, sepanjang Legian itu, club yang tampak paling rame dan paling mengundang ya si Sky Garden itu. Bahkan kita ampe balik lagi ke sana besokannya, hahaa.. Beruntungnya kita, malam pertama ke sana kebetulan dapet DJ Frost yang lagunya oke banged dan crowdnya gokil, bikin betah ampe jam 3 pagi. Malam kedua, kebetulan (lagi) adalah hari pertama acara tahunan Dreamfields yang menampilkan DJ Yasmin (walaupun terkenal tapi kita ga terlalu suka warna musiknya) dan DJ Indiana (yah mendinganlah daripada DJ Yasmin). HTM-nya cuma lebih mahal 50rb dari harga normal dan ada serentetan pertunjukan sebagai pembuka gelaran Dreamfields ini. Dan khusus di malam itu, saya baru nyadar, cewe-cewe Indo yang seksi nan eksotis pada bermunculan dan berdiri manis di area bar. Tebakan saya, tentunya, mereka bukan datang untuk dance ya, tapi untuk ...... isi sendiri jawabannya, hahaha..

Trip ke Bali ini juga makin berkesan karena kita sepakat untuk memajukan ultah Ria dua hari dan bikin surprise kecil-kecilan di hotel dengan berbekal kado photobook dari photobookindonesia.com (yang dibungkus sejam sebelum acara dimulai dan pake selotip yang juga baru dibeli di mini market samping hotel), poster berisikan ucapan dari anggota geng plus Ninie dan kue yang dibeli sehari sebelumnya di Bread Talk dalam perjalanan pulang dari Pantai Pandawa. Alhasil Ria terharu banged karena selain ngerayain ultah, ini juga bisa dibilang perpisahan buad Ria yang akan mulai berbasis di Surabaya selama 3 tahun.. Mission accomplished..!

Overall semuanya berjalan dengan baik, bahkan lebih dari yang diharapkan. Emang bener pepatah yang bilang bahwa good things happen when you least expect it. Ga nyangka bocah-bocah bisa tepat waktu padahal biasanya......... ups.. Dan ga nyangka pula semua waktu dan tenaga yang kita curahkan ke trip ini bisa membuahkan kenangan manisss.. ciyeee.. yihiiiiyy..

Semoga trip ini bukan trip terakhir kita secara uda ada yang "diikat" dan bentar lagi kemana-mana mesti ijin hubby. Mudah-mudahan walaupun intensitas pertemuan kita ga tinggi, tapi perasaan kita tetap sama.

Friends forever..

No comments:

Post a Comment